Showing posts with label berjuang di taiwan. Show all posts
Showing posts with label berjuang di taiwan. Show all posts

Sunday, October 7, 2018

National Yunlin University of Science and Technology - YUNTECH

Haiii ..
Kembali lagi dengan blog akuu hehe 
Sesuai yang aku bilang di post sebelumnya aku bakal usahain untuk post seminggu sekali atau lebih :D dan bagi ada yang mau request mau bahas apa aja bole banget comment di pos ato DM IG aku 😊

Jadi sebenernya post ini uda pernah aku post di blog aku satu lagi, tapi sekarang bakal aku perbaharui supaya lebih lengkap. 
Btw, blog aku satu lagi itu tentang beauty, linknya disini : 
https://shmilybeauty.blogspot.com/

Yang uda sering baca atau ikutin pos aku tentang Study In Taiwan Part 1 : 
https://slviawijaya28.blogspot.com/2018/02/study-in-taiwan-part-1-nekad-ke-taiwan.html\
dan Study In Taiwan Part 2 : https://slviawijaya28.blogspot.com/2018/09/
Pasti kalian tau kalua aku kuliah di NYUST (National Yunlin University of Science and Technology) atau lebih dikenal dengan YUNTECH. Tapi bukan berarti aku masuk jurusan yang berbau science and technology yah, aku ambil jurusan Finance karena no interest di bidang Science HEHE.

Dan di  Yuntech ini sangat terkenal dengan jurusan design nya, jadi bagi kalian yang mau masuk design boleh nih daftar ke Yuntech. Tapi bukan berarti jurusan lainnya ga bagus loh yah. Semua jurusan disini sama bagusnya kok. Dan btw, Yuntech ini Universitas Negri di Taiwan, jadi ga diragukan lagi deeh. Tapi bukan berarti univ negri jadi fasilitasnya ga bagus loh yah, fasilitas di Yuntech ini bias aku kasih 2 jempol. 

Next, Yuntech ini letaknya di Douliu, Yunlin. Letaknya itu ada di bawah Taichung, ada di tengah Taiwan. Yah, mungkin bisa di bilang rada pedalaman sih lokasinya, township gitu. Kalo kalian liat map di bawah, itu kalian cari aja Yunlin Country, Douliu adalah ibu kota dari Yunlin. 
Douliu, Yunlin Country 

Tapi desa disini bisa dibilang enak sih, banyak pepohonan, ga seramai di Jakarta atau kotalah pastinya hehe. Dan aku pribadi seneng banget sih disini, karena kemana- mana aku bisa naik sepeda gitu. Pokoknya cukup enak deh kalau untuk konsentrasi belajar. Tapi tentunya gada mall yah. Pusat belanja ada di deket stasiun, sama carefour dan poya tapi gada mall / gedung tinggi kayak CP, GI gitu HEHE. 


Ini foto tampak dari luarnya, dan menurut aku univ ini emang gede banget sih, dan univ- univ di Taiwan emang semuanya gede- gede. Bagi kalian yang mau liat - liat lebih banyak tentang bagian dalam unvinya boleh langsung search di google aja. (Yuntech), nanti keluar kok.

1. Yuntech ini ada 4 jurusan
    1. College of Management
    2. College of Humanities and Applied Sciences
    3. College of Engineering
    4. College of Design

2. Disini juga disediain Library yang terdiri atas 9 lantai, bagi kalian yang suka baca, fix pasti betah banget deh disana, banyak banget orang yang tidur siang disana, karena memang fasilitasnya yang oke banget. Tapi mayoritas bukunya pake Bahasa mandarin yah hehehe.. 




3. Untuk makanan di dalam area deket dormitory ada disediain kantin, yang bisa dibilang cukup murah karena semuanya serba di timbang. Dan kalo bosen tinggal naik sepeda sekitar 5 menit uda bakal nyampe di jalan Long Tan Road (龍潭路). Itu sepanjang jalan jualan makanan semua, jadi gausa takut kelaperan yah guys. Dan jalan kaki sekitar 5 menit dari dormitory juga ada gedung "Student Center" dan di lt dasarnya itu ada sebuah took serba ada yang jual snack gitu. Buka setiap hari senin - selasa. 



4. Di Yuntech, kita semua wajib dapet pelajaran olahraga. Khusunya 2 taon pertama. Taon pertama di pelajaran diwajibin untuk ikutin seluruh jenis olahraga kayak Volly, Basket, Renang, Badminton. Dan di taon kedua saatnya buat kita milih sendiri hobi dan interest kita itu lebih kemana, dan pilihannya jauh lebih banyak deh, ada taekwondo, bowling, tennis, dll.  

Kolam Renang 


5. Dan the most important part adalah tempat tinggal.
Jadi untuk tahun pertama, semua siswa itu bisa tinggal di dorm. Kalau gamau juga gapapa sih. Tahun kedua rata- rata murid mutusin buat kos di luar, karena mungkin lebih bebas dan lebih nyaman kali yah. Dorm terdiri atas beberapa gedung, A1, A2, A3 dan D untuk laki- laki, dan B1, B2, B3, E,F untuk perempuan. Memang kapasitas perempuan lebih banyak. Kita disini juga tidak boleh masuk ke dorm lawan jenis karena akan di pasang cctv di bagian depan pintu. Dan tiap masuk kita harus tempelin student id kita agar pintunya terbuka.

Tiap kamar dorm terdiri atas 4 orang, dan semua ranjang itu letaknya di atas. Jadi kayak ranjang bertingkat tapi semua Kasur di atas, bawahnya meja belajar. Kayak foto dibawah ini.




Sekian dulu info tentang Universitas Yuntech tempat aku belajar. Bagi kalian yang mau request pertanyaan seputar yuntech, atau mungkin seputar Taiwan silahkan comment dibawah atau DM aku di Ig : @slvia28 
Ig 2 : @slviawijaya28 (My Daily Activities and Food Diary) 

Btw semua foto ini aku ambil dari google, bukan aku yang foto sendiri. Jadi bagi kalian yang pengen lihat lebih jelas bias googling aja semua lengkap kok. 
Semoga informasi ini bermanfaat. 
Thankyou ^^

Enjoy and Happy Reading 💙

Monday, September 24, 2018

Study In Taiwan Part 2 - Perjuangan Lalui Tahun Pertama di Taiwan

Hai Semuanya
Aku bakal lanjutin kisah aku dari part 1 yang uda pernah aku pos sekitar 6 bulanan yang lalu hehe. "Nekat Kuliah di Taiwan tanpa Modal Bahasa Mandarin"
Bagi yang belom baca silahkan baca dulu Part 1 nya :
https://slviawijaya28.blogspot.tw/2018/02/study-in-taiwan-part-1-nekad-ke-taiwan.html

Aku sudah masuk tahun ke - 3 sekarang di Yuntech, dan bisa berada di titik ini sekarang bukan sesuatu yang mudah. Perjuangan dan proses yang dilalui itu panjang, bukan sesuatu yang instan.  Ga akan ada perjuangan yang mengkhianati hasil 😁
.
Setelah 3 hari MOS yang menurut aku cukup menderita yah, dimulai lah PERJUANGAN yang sesungguhnya.  Saat pelajaran di kelas aku cuman duduk sendirian, kebetulan orang asing di kelas aku yang ga bisa Bahasa mandarin cuman aku aja, ada 2 lagi Malaysia tapi kalian harus tau orang Malaysia itu bisa banyak Bahasa -.-.
Dan kalau kalian baca part 1 post aku, pasti kalian tau ada 1 orang Taiwan yang bilang gamau ngomong lagi sama aku karena capek ga nyambung, Jujur itu sangat buat down, karena uda sendirian di negara orang gada temen, berusaha berteman di jatuhin pula WKWK. Beberapa hari awal aku down luar biasa, ga berani ngomong sama siapapun tapi aku bersyukur itu semua ga bertahan lama.

Jadi setiap harinya siang hari pas jam istirahat, aku selalu janjian sama temen Indo 1 cewe sebut aja dia Meiling untuk makan bareng. Dan karena mandarin kita sama- sama masih cukup parah, kita cuman tau 炒飯 nasi goreng. Kita ada translatein menunya satu- satu, tapi kadang kalau uda kelaperan uda males 😅, jadi hampir tiap hari kita makannya nasi goreng. Kalau ga ke Seven Eleven untuk beli jadi. Itu masa- masa yang ga akan pernah kita lupain sih. Suatu hari aku makan sendirian, dan ketemu lah sama temen Taiwan sebut aja namanya Shenni. Dia orang tersabar yang pernah aku temuin. Dia sabar nunggu aku ngetik dulu pake google translate buat ngomong sama dia, dia jawab pake google translate juga, kadang bantu ngomong artiin. BERSYUKUR banget. And till now she becomes my bestfriend 💙. Berkat dia mandarin aku meningkat cukup lumayan. Dan sejak itu juga, aku bangkit lagi, berani lagi untuk sksd sama temen Taiwan lainnya and have a lot of Taiwan friends 😁.

Notes : Setiap proses pasti ada masa dimana kita down, kita capek sama semuanya. Tapi jangan pernah nyerah gitu aja, INGET kita uda melangkah, jangan pernah mundur kebelakang karena setiap halangan dan rintangan yang kita lewatin pasti ada sesuatu yang indah yang nunggu di depan sana !




Kalau orang tanya, kamu survive berapa lama ? Mungkin bisa dibilang hingga detik ini pun aku masih survive untuk lulus hehe. 

Tapi kalau di tanya kamu berapa lama strugglingnya ? Kayak masa paling stress itu 2 bulan awal, bener- bener mungkin masa tersulit x yah. Saat bulan awal pertama, temen aku cuman Meiling. Kita uda kayak teman seperjuangan, di negri yang asing tanpa keluarga dan ga bisa Bahasa pula 😅. Bulan selanjutnya baru aku kenal dengan temen indo lain Kendri dan Lo. Mungkin hamper tiap malem kali yah kita kumpul di danau deket dormitory cuman buat saling curhat, saling support, saling menguatkan. Mungkin air mata kita semua uda nyampur jadi satu juga di danau itu LOL. Im Happy and feel so grateful to know them. They are more than a friend to me ❤.



Stressnya mungkin bukan cuman karena gada temen, gada family, tapi Bahasa juga masalah Utama, mungkin setiap orang yang ke Taiwan ngalamin hal yang sama.
Tahun pertama, 2 3 mata pelajaran aku pake buku Bahasa inggris, walaupun dosennya tetep jelasin pake Bahasa mandarin yah. Tapi at least sedikit meringankan. Walau tetep aja ga mudah, karena soal ujian bakal tetep pake Bahasa mandarin. Hampir setiap guru aku samperin, aku bilang aku murid indo dan mandarin aku ga terlalu bagus, semua dosen hanya menyemangati tapi ga terlalu bantu banyak, mungkin karena yang ga bias mandarin cuman aku sendiri.

Aku ada kisah dimana mata pelajaran itu setiap minggunya 3 jam pelajaran cuman dengerin dia ngoceh 300 halaman ppt mandarin semua dan tiap 2 minggu quiz. Aku bilang sama gurunya, aku rada ga bias artiin semuanya, karena banyak banget dan mandarin semua. 1 halaman aja bias aku translatein 10 menitan berarti butuh waktu 6000 menit 100 jam, belom lagi artiin pelajaran yang laen dan gurunya cuman bilang, "berarti dalam waktu 100 jam itu km bsa kan artiin smua ? yauda saya yakin kamu pasti bisa, kakak kelas kamu aja bisa".

Ada juga dosen yang buku Bahasa inggris, ppt inggris soal ujian mau mandarin karena kalua pake Bahasa inggris otomatis anak- anak 1 kelas bisa jelek nilainya, saat aku samperin minta soal inggris aku di omelin. "Kemaren ini saya mau soal Bahasa inggris anak- anak 1 kelas pada gamau, sekarang pake mandarin kamu minta tolong saya buatin soal inggris", astaga saat itu aku cuman bisa nahan nangis sih, aku nanya baik- baik karena sebelumnya dia bilang dia dulu pernah buat soal inggris, malah di omelin di depan kelas pula HAHA.

Ada juga dosen yang baiik banget, tiap kali ketemu dia selalu manggil nama aku dan tanya gimana aku di kelas, apa ada kendala ? dan soal aku juga di ganti pake inggris, dapet tambahan tugas juga bantu nilai dll. Pada dasarnya mungkin semua dosen itu baik, yang penting bagi kita orang luar uda ga bisa Bahasa JANGAN bolos kelas trus. Menurut aku walau kalian ga ngerti dosen ngomong apa tetep dating, setor muka. Dosen pasti bakal hargain kalian, itu yang aku alamin sih. (aku ada kisah juga tentang ini bakal aku tulis di part 3). 

Bulan- bulan selanjutnya, setiap harinya tiap malem, aku selalu cari waktu untuk artiin buku pelajaran, dicicil (jujur dulu SMA ga serajin ini, tapi keadaan yang mengharuskan hehe). Semester 1 2 aku ambil sks 24an. Dan aku juga ada ikut club gitu disini kayak nari, setiap hari selasa malem dan ada perform juga. Menurut aku ikut club itu ga rugi asal kita bisa bagi waktu. Karena di club itu aku juga kenal banyak temen baru dan belajar Bahasa mandarin juga karena mayoritas pasti orang Taiwan yang join. 

Kalau di tanya lagi Home Sick ga ? Kalo ga home sick sih bohong yah WKWK, aku deket banget sama ortu, dan saat masa- masa sulit itu aku sering banget telfon mereka buat curhat. Tapi aku ga pernah nangis depan mereka karena gamau bikin mereka khawatir. Tiap mau nangis pasti aku langsung diem dan matiin sambungan telpon bilangnya mau lanjut belajar HEHE, but namanya ortu they know everything. 

Itu mungkin sekilas pengalaman hidup aku selama taon pertama survive di Taiwan. Gada sesuatu yang mudah, I also struggling A LOT. Tapi ketika uda bisa lewatin semuanya "You Will Really Proud of Yourself". 

Aku bakal segera buat Part 3, tentang taon kedua aku di Taiwan. Keep Reading My Blog, aku harap kisah pengalaman hidup aku bisa membantu kalian. 
Tahun ini aku bakalan susun skripsi dan semoga aja semua berjalan dengan lancar 😀. 

Ada pertanyaan bisa langsung comment di bawah atau DM IG yah. 
Enjoy and Happy Reading 
Thankyou 
Ig : @slvia28